Site icon BeritaKota24

Perahu Sound Horeg Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo

Perahu

Perahu Sound Horeg Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo

Perahu Yang Di Gunakan Untuk Membawa Perangkat Sound System Atau Yang Di Kenal Warga Sebagai Sound Horeg Mengalami Kerusakan. Hanya sehari sebelum prosesi tahunan tersebut di gelar. Sebuah insiden tak terduga mewarnai persiapan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (7/2/2026).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di bantaran sungai saat sejumlah Perahu yang membawa perlengkapan di perlukan untuk memeriahkan ritual Nyadran sedang di cek satu per satu. Perahu yang bermasalah tersebut membawa sound system berukuran besar serta peralatan lain seperti genset. Diduga karena beban muatan yang terlalu berat dan tidak merata, perahu kehilangan keseimbangan dan lambungnya pecah. Sehingga perlengkapan yang dibawa jatuh ke sungai.

Meski demikian, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh warga yang berada di atas Perahu berhasil menyelamatkan diri, dan fokus utama kemudian beralih pada upaya evakuasi barang serta memastikan rangkaian Nyadran tetap berjalan dengan aman.

Nyadran: Tradisi yang Hidup di Pesisir Sidoarjo

Tradisi Nyadran memiliki akar budaya kuat di kalangan masyarakat pesisir Jawa termasuk di Desa Balongdowo yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan hidup sangat bergantung pada hasil laut. Ritual ini biasanya dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan atau pada bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah dengan tujuan memohon keselamatan para nelayan, hasil laut yang melimpah, serta rasa syukur kepada leluhur dan Tuhan.

Prosesi Nyadran meliputi beberapa tahapan, seperti arak-arakan perahu, pemanjatan doa bersama di tepi sungai. Kemudian ziarah ke makam leluhur (khususnya makam Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan), dan melarung sesaji ke laut. Tradisi ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas komunitas nelayan setempat.

Perahu Sound Horeg dan Unsur Modern dalam Nyadran

Dalam beberapa tahun terakhir, prosesi Nyadran tradisional tidak hanya di warnai oleh doa dan sesaji. Tetapi juga melibatkan sound system atau sound horeg besar yang di pasang di perahu. Sound system ini membawa musik khas dan semarak yang menarik perhatian banyak warga. Sebuah fenomena yang semakin populer di kalangan generasi muda.

Sound horeg sendiri secara budaya bukan berasal dari tradisi asli Nyadran. Melainkan merupakan bagian dari modernisasi tradisi yang memberi nuansa hiburan dan daya tarik tersendiri. Banyak rombongan pemuda rela mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah untuk menyewa perahu lengkap dengan sound system dan perangkatnya agar acara lebih meriah.

Namun, seperti terlihat dalam insiden terbaru, modernisasi ini membawa tantangan tersendiri, terutama terkait keselamatan. Muatan berat termasuk perangkat sound dan genset bisa membebani perahu sehingga keseimbangan terganggu. Akibatnya, perahu dapat miring dan tenggelam saat melintas di sungai.

Bukan kali ini saja fenomena tersebut menjadi sorotan. Beberapa tahun lalu, video viral menunjukkan perahu peserta Nyadran dengan sound system menjadi oleng di sungai karena beban yang berat, meski saat itu tidak sampai tenggelam. Ini menunjukkan bahwa penggunaan perangkat berat pada perahu telah menimbulkan tantangan teknis sejak beberapa tahun lalu.

Perspektif dan Implikasi Sosial

Keterlibatan sound system besar ini meski memperkaya suasana festival, sekaligus menimbulkan perdebatan budaya di masyarakat. Bagi sebagian kalangan muda, sound horeg menjadi atraksi dan hiburan yang membuat Nyadran lebih menarik serta menarik partisipasi generasi baru. Namun di sisi lain, unsur hiburan ini juga bisa mengaburkan makna spiritual dari tradisi Nyadran yang sesungguhnya. Yakni rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan kepada leluhur.

Insiden tenggelamnya perahu membawa pelajaran penting: masyarakat perlu memperhatikan aspek keselamatan. Termasuk batasan muatan perahu serta cara memadukan unsur hiburan modern dengan tradisi yang bernilai sakral tanpa mengubah makna dasarnya. Penggunaan sound system dalam tradisi adat semacam Nyadran perlu di lakukan dengan pengaturan yang baik agar tidak membahayakan peserta maupun merusak perangkat itu sendiri.

Exit mobile version