Site icon BeritaKota24

Pramono Anung Si Jembatan Komunikasi Elite Politik Dan Rakyat

Pramono Anung

Pramono Anung Si Jembatan Komunikasi Elite Politik Dan Rakyat

Pramono Anung Wibowo Merupakan Sosok Politisi Papan Atas Indonesia Yang Kini Menjadi Gubernur DKI Jakarta. di kenal atas reputasi profesionalisme dan kedekatannya dengan petinggi PDIP seperti Megawati Soekarnoputri. Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (Teknik Pertambangan, 1988), Magister Manajemen di Gadjah Mada University (1992), dan meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi cum laude dari Universitas Padjadjaran pada 2013.

Sebelum terjun ke dunia politik, Pramono meniti karier sebagai pengusaha, menjabat direktur di beberapa perusahaan seperti PT Tanito Harum dan PT Vietmindo Energitama, serta komisaris PT Yudhistira Grup. Ia aktif di dunia politik sejak reformasi 1998, menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP (2000–2005) dan kemudian Sekretaris Jenderal PDIP (2005–2010).

Sebagai anggota DPR RI selama empat periode (1999–2015) dan Wakil Ketua DPR (2009–2014), ia di kenal sebagai sosok pembicara legislative yang stabil dan tegas. Pada 2015, Pramono di angkat sebagai Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Kerja Jokowi–Jusuf Kalla. Dan kembali di percaya pada periode kedua menjadi penyelenggara tertinggi kabinet hingga September 2024. Ia dikenal memperkenalkan gaya manajerial efisien—seperti fleksibilitas kerja dari rumah dan penekanan pada tunjangan kinerja staf Setkab.

Pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024, Pramono Anung (bersama Rano Karno) mencetak sejarah dengan kemenangan langsung satu putaran, meraih 50,07 % suara versus Ridwan Kamil yang memperoleh 39,4 % suara. Dengan demikian, ia resmi menjabat sebagai Gubernur Jakarta sejak 20 Februari 2025, menggantikan Teguh Setyabudi sebagai Plt. sebelum pelantikan.

Pramono Anung mendapatkan beberapa tanda penghormatan negara: Bintang Mahaputera Utama (2014) dan Bintang Bhayangkara Utama (2017) atas pengabdiannya di bidang pemerintahan.

Di tengah kepentingan politik, Pramono tetap aktif berinteraksi dengan publik. Misalnya, pada Festival Hari Anak 2025, Gubernur Pramono mengisi sesi mendongeng anak, yang disambut hangat oleh masyarakat Jakarta.

Secara keseluruhan, perjalanan karier Pramono Anung mencerminkan kepemimpinan yang berakar pada profesionalisme, integritas, dan loyalitas politik.

Karier Politiknya Di Mulai Setelah Era Reformasi 1998

Pramono Anung adalah salah satu tokoh politik senior di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dan strategis dalam dunia pemerintahan. Karier Politiknya Di Mulai Setelah Era Reformasi 1998, di mana ia bergabung secara aktif dalam kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pada tahun 1999, Pramono berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dan terus di percaya oleh rakyat selama empat periode berturut-turut hingga 2015. Dalam masa pengabdiannya di parlemen, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2009–2014. Posisi yang membuktikan pengaruh dan kepemimpinannya di lembaga legislatif.

Kariernya di dalam partai juga terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP (2000–2005) dan kemudian di angkat sebagai Sekretaris Jenderal PDIP (2005–2010). Di posisi ini, Pramono dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan ikut mengatur strategi partai dalam menghadapi berbagai pemilu.

Tahun 2015 menjadi titik penting dalam karier birokrasi Pramono. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto. Ia kemudian di pertahankan pada periode kedua Jokowi (2019–2024), menjadikannya salah satu pejabat istana yang paling berpengaruh dalam mengatur alur koordinasi antarmenteri dan program strategis nasional.

Usai menjabat Sekretaris Kabinet selama hampir satu dekade, Pramono kembali ke panggung politik elektoral. Ia mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024 berpasangan dengan Rano Karno. Pasangan ini menang dalam satu putaran, dan Pramono resmi menjabat Gubernur DKI Jakarta pada Februari 2025.

Karier politik Pramono Anung mencerminkan sosok teknokrat yang juga piawai di dunia politik praktis. Dengan kombinasi pengalaman legislatif, eksekutif, dan kepartaian, ia menjadi salah satu tokoh politik Indonesia yang di segani lintas generasi.

Pramono Anung Resmi Di Lantik Sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode 2025–2030

Pramono Anung Resmi Di Lantik Sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode 2025–2030 dalam sebuah upacara kenegaraan yang di gelar di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut menandai kembalinya sosok senior di pemerintahan pusat ke panggung politik elektoral setelah hampir satu dekade menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dalam pemilihan kepala daerah yang digelar pada November 2024 lalu, Pramono Anung mencalonkan diri bersama Rano Karno sebagai wakilnya. Pasangan ini diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari PDI Perjuangan, NasDem, dan sejumlah partai pendukung lainnya. Mereka berhasil meraih kemenangan telak dengan suara mayoritas, memenangkan pemilihan dalam satu putaran.

Dalam pidato perdananya sebagai Gubernur Jakarta, Pramono menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif, hijau, dan berbasis teknologi. “Kita akan membangun Jakarta yang manusiawi, di mana kemajuan tidak hanya berarti gedung tinggi, tapi juga ruang terbuka hijau. Kemudian transportasi publik yang layak, dan kesejahteraan untuk semua,” ujar Pramono di Balai Kota.

Sebagai mantan Sekretaris Kabinet dan anggota DPR RI selama empat periode. Pramono membawa pengalaman panjang di bidang tata kelola pemerintahan dan legislasi. Ia juga dikenal sebagai figur yang moderat, komunikatif, dan dekat dengan berbagai kalangan, termasuk kalangan profesional muda dan komunitas akar rumput.

Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Pramono di Jakarta akan membawa pendekatan yang lebih sistematis dan terukur. Tantangan besar sudah menanti, mulai dari kemacetan, banjir, hingga pemerataan layanan publik di seluruh wilayah ibu kota.

Dengan di lantiknya Pramono Anung, babak baru pemerintahan DKI Jakarta resmi di mulai. Masyarakat menaruh harapan besar terhadap sosok yang selama ini di kenal sebagai “operator senyap” di balik kebijakan strategis nasional. Kini, ia berada di garda terdepan, siap menjawab tuntutan warga Jakarta dengan aksi nyata.

Figur Politik Dengan Gaya Kepemimpinan Yang Tenang

Pramono Anung di kenal sebagai Figur Politik Dengan Gaya Kepemimpinan Yang Tenang, profesional, dan sangat strategis. Selama dua dekade berkarier di politik nasional, mulai dari parlemen hingga Istana, ia menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif. Tetapi juga piawai dalam mengelola komunikasi politik dan hubungan antar-lembaga.

  1. Kepemimpinan yang Efisien dan Modern

Sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode, Pramono memperkenalkan sistem kerja yang efisien di lingkungan pemerintahan. Ia di kenal mendukung digitalisasi dan sistem kerja fleksibel, seperti work from home dan pengelolaan tunjangan berbasis kinerja. Gaya ini mencerminkan pendekatannya yang modern dan adaptif terhadap tantangan zaman.

  1. Pemimpin dengan Pendekatan Kolaboratif

Pramono tidak di kenal sebagai pemimpin yang otoriter. Sebaliknya, ia membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak—baik internal partai, lintas fraksi di DPR, hingga kementerian dan lembaga. Kemampuannya menjembatani komunikasi antar kepentingan membuatnya dipercaya oleh banyak pihak, termasuk Presiden Jokowi.

  1. Rendah Hati dan Tidak Mencari Panggung

Berbeda dengan sebagian tokoh politik yang gemar tampil di publik, Pramono lebih banyak bekerja di balik layar. Ia mendapat julukan sebagai “operator senyap” yang berperan besar dalam kelancaran pemerintahan, meskipun tidak banyak tampil di media.

  1. Fokus pada Hasil dan Stabilitas

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya hasil konkret dan stabilitas politik. Saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, ia di kenal sebagai figur penyeimbang yang menghindari konflik terbuka, menjaga dinamika politik tetap kondusif.

  1. Kepemimpinan Visioner di Jakarta

Kini sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono membawa gaya kepemimpinannya ke ranah daerah. Ia memprioritaskan pembangunan berkelanjutan, tata kota yang manusiawi, dan penguatan layanan publik. Dalam berbagai pidato, ia kerap menekankan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang “berpihak pada rakyat kecil, namun tetap bertaraf global.” Itulah tadi beberapa ulasan mengenai Pramono Anung.

Exit mobile version