
Coto Makassar, Resep Kuah Gurih Khas Sulawesi Selatan
Coto Makassar Adalah Salah Satu Ikon Kuliner Nusantara Yang Lahir Dari Tradisi Kuliner Masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan. Hidangan berkuah ini bukan sekadar makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang terus di nikmati lintas generasi. Coto Makassar terkenal dengan kuahnya yang gurih, beraroma rempah, serta tekstur yang kaya dari campuran daging sapi dan jeroan — menjadikannya santapan yang mengenyangkan dan menghangatkan tubuh, terutama pada cuaca dingin atau saat berkumpul bersama keluarga.
Coto Makassar atau dalam bahasa lokal di kenal sebagai Coto Mangkasara merupakan sup tradisional Indonesia yang berasal dari kota pelabuhan Makassar di Sulawesi Selatan. Hidangan ini termasuk dalam kategori sup daging bercita rasa kuat yang memasukkan daging sapi, jeroan, dan bumbu rempah khas sebagai bahan utama kuahnya. Coto biasanya disajikan dengan buras atau ketupat, sambal, dan perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran rasa.
Coto Makassar juga memiliki tradisi tata cara penyajian unik di tengah masyarakat. Dalam kebiasaan setempat, coto tidak selalu di santap sebagai sarapan, makan siang, atau makan malam, tetapi sering dinikmati sebagai camilan pagi antara pukul 09.00 hingga 11.00 yang memberi energi untuk aktivitas hari itu.
Bahan Dan Bumbu Yang Membentuk Rasa Coto Makassar
Elemen utama dari Coto Makassar adalah kuah yang kaya rempah dan kandungan kacang tanah yang di haluskan. Kacang tanah yang di tumbuk memberi kekentalan dan rasa khas yang membedakan coto dari sup Indonesia lainnya. Bumbu rempah seperti ketumbar, jintan, merica, lengkuas, serai, dan bawang bekerja bersama menghasilkan aroma tajam nan hangat yang khas.
Berikut gambaran bahan umum yang sering di gunakan dalam resep Coto Makassar:
- Daging sapi serta jeroan (hati, limpa, jantung, babat) yang sudah di rebus hingga empuk.
- Kacang tanah sangrai yang di haluskan dan di tambahkan ke dalam kuah untuk menambah kekentalan dan rasa gurih.
- Bumbu halus seperti ketumbar, merica, bawang putih, dan lengkuas yang di tumis hingga harum.
- Serai dan daun-daun aromatik yang di sertakan dalam rebusan untuk memperkaya rasa kuah.
Selain itu, resep tradisional biasanya di sajikan dengan sambal tauco, irisan bawang goreng, daun bawang, dan seledri sebagai pelengkap rasa sekaligus tekstur yang lebih kompleks.
Cara Membuat Secara Singkat
Membuat Hidangan ini di rumah bisa menjadi pengalaman kuliner yang menyenangkan karena prosesnya mempertemukan berbagai teknik tradisional masak yang mendalam. Secara umum tahapannya meliputi:
- Rebus daging dan jeroan hingga lunak dalam panci berisi air dan aromatik seperti serai dan lengkuas.
- Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan kacang tanah yang sudah di haluskan.
- Campurkan tumisan bumbu ke dalam panci rebusan daging, aduk hingga merata lalu masak hingga kuah mendidih dan rempah meresap.
- Sajikan dalam mangkuk dengan taburan bawang goreng dan pelengkap lain agar cita rasanya menjadi lengkap.
Coto Makassar Sebagai Hidangan Sosial
Lebih dari sekadar makanan, Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan di Sulawesi Selatan. Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai acara keluarga, pertemuan tradisional, hingga suguhan di warung kopi lokal. Keberadaannya di meja makan mencerminkan keragaman bumbu Nusantara yang bersinergi menciptakan rasa yang kompleks namun tetap ramah di lidah.
Kini, resep Coto Makassar semakin di kenal luas di luar Sulawesi Selatan. Para pecinta kuliner di berbagai daerah Indonesia dan wisatawan mancanegara pun mengapresiasi cita rasa gurihnya yang mampu menghangatkan tubuh sekaligus menyuguhkan pengalaman rasa yang mendalam.
Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai hidangan populer di Makassar, yang mungkin bisa anda bikin di rumah. Atau datang langsung ke Makassar dan menikmati banyak kuliner tradisional yang lezat termasuk Coto Makassar.